ERIGO STORE

The Wandering Souls: Japan 2017

Feb 22, 2017

Di tahun 2017, campaign the Wandering Souls dimulai dengan kunjungan tim Erigo ke Jepang. Seperti yang sudah banyak orang ketahui, selain sebagai salah satu negara rujukan fashion, Negeri Sakura juga memiliki berbagai macam tempat dan kultur yang menarik untuk dieskplor lebih lanjut.
Ini adalah kunjungan ketiga Erigo ke Jepang.

Untuk kali ini, tim Erigo menyambangi Gunung Fuji yang sudah menjadi ikon Jepang bertahun-tahun lamanya. Rasanya tak akan lengkap perjalanan mengunjungi Jepang tanpa mampir ke Gunung Fuji.
Gunung Fuji yang terletak di di prefektur Shizuoka dan Yamanashi ini telah lama menjadi “wajah Jepang”. Gunung tertinggi di Jepang ini menjadi gunung keabadian dan dianggap sakral terutama oleh penganut agama Shinto.

Gunung yang memiliki ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut ini menjadi salah satu dari tiga gunung suci di Jepang , disamping Gunung Tate dan Gunung Haku. Kesakralan Gunung ini berasal dari kepercayaan masyarakat Jepang bahwa di Gunung suci ini bersemayam beberapa dewa. Ketika musim semi, para dewa penghuni Gunung Fuji akan turun untuk memberi kehidupan di tanah-tanah pertanian. 

Untuk menghormati dewa-dewa yang bersemayam, di Gunung ini banyak ditemukan kuil-kuil yang digunakan sebagai tempat sembahyang oleh pemeluk Sinto. Orang Jepang sangat menghargai keberadaan para dewa sehingga sangat menghargai dan menjaga Gunung simbol Jepang ini.
Karena kesuciannya inilah, pada zaman dulu tidak sembarang orang diperkenankan mendaki Gunung yang tertinggi di Jepang ini. 


Hanya orang-orang yang dianggap suci, seperti pendeta agama Shinto, yang boleh naik ke Gunung Fuji. Pernah juga ada larangan bagi wanita untuk memasuki Gunung yang paling terkenal di Jepang ini, karena masyarakat Jepang percaya dewi Gunung Fuji akan cemburu.

Dewasa ini, semua orang bisa mendaki Gunung Fuji. Masyarakat Jepang atau wisatawan biasanya mendakinya saat musim panas. Sebagian besar percaya, ketika mereka berhasil mendaki hingga puncak tertinggi Gunung Fuji maka akan mendapatkan sinar matahari secara langsung. Sinar matahari tersebut dipercaya membawa keberuntungan untuk mereka.


Selain Gunung Fuji, tim Erigo juga menyempatkan diri untuk mengeksplor Tokyo. Di tengah modernisasi Tokyo, ibukota Jepang itu juga menyimpan tempat tradisional seperti Asakusa yang masih menjajakan kultur tradisional Jepang.

Untuk edisi Jepang kali ini, feature product Erigo adalah jaket sukajan. Jaket tradisional Jepang yang dulunya sering dijadikan simbol bagi para Yankee di Jepang. Namun, seiring berjalannya waktu Sukajan mulai dipakai semua kalangan. Tak ketinggalan anak muda yang berlalu lalang di pusat keramaian di Jepang. Sukajan kini menjadi salah satu jaket fashion tidak hanya Jepang, tapi diseluruh dunia termasuk di Indonesia.


Selain Sukajan, Erigo juga menghadirkan design-design seputar kultur Jepang seperti Geisha dan Sumo. Dengan menggabungkan kultur Jepang dan kualitas produk Erigo, kami berharap edisi Jepang kali ini mampu diterima oleh para pecinta fashion di Tanar Air.